Amsal

Amsal 10:1-10

Standar Sukses Seorang Anak

Shalom, Kekasih Kristus.

Amsal 10:1-10 (TB)

1 Amsal-amsal Salomo. Anak yang bijak mendatangkan sukacita kepada ayahnya, tetapi anak yang bebal adalah kedukaan bagi ibunya.

2 Harta benda yang diperoleh dengan kefasikan tidak berguna, tetapi kebenaran menyelamatkan orang dari maut.

3 TUHAN tidak membiarkan orang benar menderita kelaparan, tetapi keinginan orang fasik ditolak-Nya.

4 Tangan yang lamban membuat miskin, tetapi tangan orang rajin menjadikan kaya.

5 Siapa mengumpulkan pada musim panas, ia berakal budi; siapa tidur pada waktu panen membuat malu.

6 Berkat ada di atas kepala orang benar, tetapi mulut orang fasik menyembunyikan kelaliman.

7 Kenangan kepada orang benar mendatangkan berkat, tetapi nama orang fasik menjadi busuk.

8 Siapa bijak hati, memperhatikan perintah-perintah, tetapi siapa bodoh bicaranya, akan jatuh.

9 Siapa bersih kelakuannya, aman jalannya, tetapi siapa berliku-liku jalannya, akan diketahui.

10 Siapa mengedipkan mata, menyebabkan kesusahan, siapa bodoh bicaranya, akan jatuh.

Nats yang mengawali berbagai Amsal tertua berisi tulisan-tulisan pendek yang ditulis raja Salomo hingga pasal 22 ayat 16 ini memberikan anjuran supaya para orangtua & anak-anak memiliki akal budi dengan memahami standar keberhasilan/ kesuksesan bagi seorang anak, yaitu hidup bijaksana dalam kebenaran Allah! Anak yang bijak hidup rajin, memperhatikan perintah dan nasihat Allah & orangtuanya serta menjaga bibir lidahnya sehingga aman hidupnya Sebaliknya, anak yang bebal hidup dalam kefasikan & kemalasan, tidak berakal budi, lalim, bodoh bicaranya dan berliku-liku jalannya, dan orang ini akan jatuh dalam jurang kegagalan tak bertepi

TUHAN menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya; apabila ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak, sebab TUHAN menopang tangannya. Orang-orang benar akan mewarisi negeri dan tinggal di sana senantiasa. (Mazmur 37:23-24, 29)

← Kembali ke Studi Perjanjian Lama