Mazmur

Mazmur 40:10-18

Menanti Pertolongan TUHAN

Shalom, Kekasih Kristus.

Mazmur 40:10-18

9 (40-10) Aku mengabarkan keadilan dalam jemaah yang besar; bahkan tidak kutahan bibirku, Engkau juga yang tahu, ya TUHAN.

10 (40-11) Keadilan tidaklah kusembunyikan dalam hatiku, kesetiaan-Mu dan keselamatan dari pada-Mu kubicarakan, kasih-Mu dan kebenaran-Mu tidak kudiamkan kepada jemaah yang besar.

11 (40-12) Engkau, TUHAN, janganlah menahan rahmat-Mu dari padaku, kasih-Mu dan kebenaran-Mu kiranya menjaga aku selalu!

12 (40-13) Sebab malapetaka mengepung aku sampai tidak terbilang banyaknya. Aku telah terkejar oleh kesalahanku, sehingga aku tidak sanggup melihat; lebih besar jumlahnya dari rambut di kepalaku, sehingga hatiku menyerah.

13 (40-14) Berkenanlah kiranya Engkau, ya TUHAN, untuk melepaskan aku; TUHAN, segeralah menolong aku!

14 (40-15) Biarlah mendapat malu dan tersipu-sipu mereka semua yang ingin mencabut nyawaku; biarlah mundur dan kena noda mereka yang mengingini kecelakaanku!

15 (40-16) Biarlah terdiam karena malu mereka yang mengatai aku: “Syukur, syukur!”

16 (40-17) Biarlah bergembira dan bersukacita karena Engkau semua orang yang mencari Engkau; biarlah mereka yang mencintai keselamatan dari pada-Mu tetap berkata: “TUHAN itu besar!”

17 (40-18) Aku ini sengsara dan miskin, tetapi Tuhan memperhatikan aku. Engkaulah yang menolong aku dan meluputkan aku, ya Allahku, janganlah berlambat!

Dalam kelanjutan syair ini, pemazmur seolah melaporkan kepada TUHAN bahwa ia sudah melakukan kehendak TUHAN (ayat 10-11); dan karenanya, pemazmur memohon agar TUHAN segera menolongnya dan melepaskannya dari malapetaka yang mengepungnya (ayat 12-14). Namun kemudian, pemazmur menutup syair ini dengan sebuah kebenaran karena iman (bukan karena perbuatan baik mereka) bahwa pertolongan TUHAN baginya dan orang-orang benar lainnya akan membuat malu musuh-musuh mereka dan nama TUHAN dipermuliakan! (ayat 15-17). Disini, kita melihat bagaimana iman seseorang bekerjasama dengan perbuatan!

yaitu Yesus, yang telah diserahkan karena pelanggaran kita dan dibangkitkan karena pembenaran kita. Sebab itu, kita yang dibenarkan karena iman, kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah oleh karena Tuhan kita, Yesus Kristus. Oleh Dia kita juga beroleh jalan masuk oleh iman kepada kasih karunia ini. Di dalam kasih karunia ini kita berdiri dan kita bermegah dalam pengharapan akan menerima kemuliaan Allah. (Roma 4:25-5:2)

← Kembali ke Studi Perjanjian Lama