Mazmur

Mazmur 77:1-10

Bergumul dengan Kasih Setia-Nya

Shalom, Kekasih Kristus.

Mazmur 77:1-10 (TB)

1 Untuk pemimpin biduan. Menurut: Yedutun. Mazmur Asaf. (77-2) Aku mau berseru-seru dengan nyaring kepada Allah, dengan nyaring kepada Allah, supaya Ia mendengarkan aku.

2 (77-3) Pada hari kesusahanku aku mencari Tuhan; malam-malam tanganku terulur dan tidak menjadi lesu, jiwaku enggan dihiburkan.

3 (77-4) Apabila aku mengingat Allah, maka aku mengerang, apabila aku merenung, makin lemah lesulah semangatku. Sela

4 (77-5) Engkau membuat mataku tetap terbuka; aku gelisah, sehingga tidak dapat berkata-kata.

5 (77-6) Aku memikir-mikir hari-hari zaman purbakala, tahun-tahun zaman dahulu aku ingat.

6 (77-7) Aku sebut-sebut pada waktu malam dalam hatiku, aku merenung, dan rohku mencari-cari:

7 (77-8) “Untuk selamanyakah Tuhan menolak dan tidak kembali bermurah hati lagi?

8 (77-9) Sudah lenyapkah untuk seterusnya kasih setia-Nya, telah berakhirkah janji itu berlaku turun-temurun?

9 (77-10) Sudah lupakah Allah menaruh kasihan, atau ditutup-Nyakah rahmat-Nya karena murka-Nya?“ Sela

10 (77-11) Maka kataku: “Inilah yang menikam hatiku, bahwa tangan kanan Yang Mahatinggi berubah.”

Apa yang Anda & saya lakukan ketika bersusah hati karena penderitaan & keputus-asaan bahkan saat jiwa kita tidak mendapatkan ketenangan (ayat 3)? Ketika sebagian orang berusaha mencari penghiburan di luar sana, pemazmur mengajak Anda & saya untuk tetap berseru-seru kepada Allah dalam doa yang tak berkeputusan (ayat 2). Dalam ayat 4-11, pemazmur mengakui dengan jujur pergumulan jiwanya yang digoda untuk mempertanyakan kasih setia TUHAN; pemazmur bahkan kuatir bahwa TUHAN sudah berubah.

Janganlah mengatakan: “Mengapa zaman dulu lebih baik dari pada zaman sekarang?” Karena bukannya berdasarkan hikmat engkau menanyakan hal itu. (Pengkhotbah 7:10)

Sebab TUHAN tidak akan membuang umat-Nya, dan milik-Nya sendiri tidak akan ditinggalkan-Nya; (Mazmur 94:14)

Siapa di antaramu yang takut akan TUHAN dan mendengarkan suara hamba-Nya? Jika ia hidup dalam kegelapan dan tidak ada cahaya bersinar baginya, baiklah ia percaya kepada nama TUHAN dan bersandar kepada Allahnya! (Yesaya 50:10)

← Kembali ke Studi Perjanjian Lama