MazmurMudah Melupakan Kebaikan TUHAN
Shalom, Kekasih Kristus.
Mazmur 106:1-12 (TB)
1 Haleluya! Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.
2 Siapakah yang dapat memberitahukan keperkasaan TUHAN, memperdengarkan segala pujian kepada-Nya?
3 Berbahagialah orang-orang yang berpegang pada hukum, yang melakukan keadilan di segala waktu!
4 Ingatlah aku, ya TUHAN, demi kemurahan terhadap umat-Mu, perhatikanlah aku, demi keselamatan dari pada-Mu,
5 supaya aku melihat kebaikan pada orang-orang pilihan-Mu, supaya aku bersukacita dalam sukacita umat-Mu, dan supaya aku bermegah bersama-sama milik-Mu sendiri.
6 Kami dan nenek moyang kami telah berbuat dosa, kami telah bersalah, telah berbuat fasik.
7 Nenek moyang kami di Mesir tidak mengerti perbuatan-perbuatan-Mu yang ajaib, tidak ingat besarnya kasih setia-Mu, tetapi mereka memberontak terhadap Yang Mahatinggi di tepi Laut Teberau.
8 Namun diselamatkan-Nya mereka oleh karena nama-Nya, untuk memperkenalkan keperkasaan-Nya.
9 Dihardik-Nya Laut Teberau, sehingga kering, dibawa-Nya mereka berjalan melalui samudera raya seperti melalui padang gurun.
10 Demikian diselamatkan-Nya mereka dari tangan pembenci, ditebus-Nya mereka dari tangan musuh;
11 air menutupi para lawan mereka, seorang pun dari pada mereka tiada tinggal.
12 Ketika itu percayalah mereka kepada segala firman-Nya, mereka menyanyikan puji-pujian kepada-Nya.
Syair yang menutup bagian keempat dari kitab Mazmur ini diawali dengan puji-pujian kepada Allah (ayat 1-5), namun berlanjut dengan pengakuan dosa yang diawali dengan pemberontakan umat Israel di tepi Laut Teberau (baca Keluaran 14:10-12) terhadap TUHAN Allah yang baru saja melakukan berbagai mujizat terhadap orang-orang Mesir bagi mereka, namun TUHAN Allah tetap menolong mereka dengan mujizat berikutnya (ayat 6-12). Harus kita akui bahwa kita begitu mudah melupakan kebaikan TUHAN sebelumnya ketika kesulitan kembali hadir
Jadi bagaimana, jika di antara mereka ada yang tidak setia, dapatkah ketidaksetiaan itu membatalkan kesetiaan Allah? Sekali-kali tidak! Sebaliknya: Allah adalah benar, dan semua manusia pembohong, seperti ada tertulis: “Supaya Engkau ternyata benar dalam segala firman-Mu, dan menang, jika Engkau dihakimi.” Bukankah tidak benar fitnahan orang yang mengatakan, bahwa kita berkata: “Marilah kita berbuat yang jahat, supaya yang baik timbul dari padanya.” Orang semacam itu sudah selayaknya mendapat hukuman. (Roma 3:3-4, 8)