Mazmur

Mazmur 46:1-11

Kota Allah yang Teguh

Shalom, Kekasih Kristus.

Pemahaman yang salah/ kurang tepat tentang Allah mengakibatkan cara pandang yang salah pula tentang hidup seseorang dan menghasilkan keputusan/ tindakan yang salah. Ayat 2 dari nyanyian bani Korah dengan lagu Alamot (arti: anak dara) ini mengajak Anda & saya untuk mengenal Allah sebagai tempat perlindungan (baca Yesaya 4:6, 25:4-5) & sumber kekuatan (baca Yesaya 26:1): penolong yang telah terbukti. Setelah menguraikan bahwa Allah berkuasa atas segala peristiwa sehingga walaupun gempa dan gelombang laut begitu dahsyat (ayat 3-4), namun di dalam Kota Allah, dimana Allah diam di dalamnya, tetap tenang dan disukakan oleh aliran-aliran air sebuah sungai; demikian pula meskipun bangsa-bangsa rebut di sekelilingnya (ayat 6-7), Allah sendiri yang akan menghentikan peperangan dan melindungi umatNya bagaikan kota benteng yang teguh (ayat 8-10). Ada yang mengaitkan syair ini dengan peristiwa pengepungan Yerusalem oleh Sanherib, raja Asyur, di masa Hizkia (2 Raja-raja 18-19) yang berakhir dengan kehancuran pasukan Sanherib secara misterius. Ketika bencana & kesulitan mengancam, ayat 11 dapat menguatkan iman percaya kita!

Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa. Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya. (Ibrani 4:15-16)

Barangsiapa percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup.” Yang dimaksudkan-Nya ialah Roh yang akan diterima oleh mereka yang percaya kepada-Nya; sebab Roh itu belum datang, karena Yesus belum dimuliakan. (Yohanes 7:38-39)

← Kembali ke Studi Perjanjian Lama