Kidung AgungKetukan di Tengah Malam
Shalom, Kekasih Kristus.
Kidung Agung 5:2-8 (TB)
2 Aku tidur, tetapi hatiku bangun. Dengarlah, kekasihku mengetuk. “Bukalah pintu, dinda, manisku, merpatiku, idam-idamanku, karena kepalaku penuh embun, dan rambutku penuh tetesan embun malam!”
3 “Bajuku telah kutanggalkan, apakah aku akan mengenakannya lagi? Kakiku telah kubasuh, apakah aku akan mengotorkannya pula?”
4 Kekasihku memasukkan tangannya melalui lobang pintu, berdebar-debarlah hatiku.
5 Aku bangun untuk membuka pintu bagi kekasihku, tanganku bertetesan mur; bertetesan cairan mur jari-jariku pada pegangan kancing pintu.
6 Kekasihku kubukakan pintu, tetapi kekasihku sudah pergi, lenyap. Seperti pingsan aku ketika ia menghilang. Kucari dia, tetapi tak kutemui, kupanggil, tetapi tak disahutnya.
7 Aku ditemui peronda-peronda kota, dipukulinya aku, dilukainya, selendangku dirampas oleh penjaga-penjaga tembok.
8 Kusumpahi kamu, puteri-puteri Yerusalem: bila kamu menemukan kekasihku, apakah yang akan kamu katakan kepadanya? Katakanlah, bahwa sakit asmara aku!
Gairah gadis Sulam saat mendengar ketukan pintu dan suara sang kekasih berubah menjadi kekecewaan setelah sang gembala menghilang dari mimpinya ketika sang gadis membuka pintu. Setelah menyadari ketidakmampuannya menemukan sang kekasih, gadis Sulam kembali menyumpahi puteri-puteri Yerusalem untuk ketiga kalinya karena ia sakit asmara! Para pembelajar Alkitab menafsirkan embun pada kepala sang gembala kekasih hati gadis Sulam adalah darah yang mengalir akibat mahkota duri yang dipakaikan ke kepala Yesus. Dalam penglihatan rasul Yohanes pada Wahyu 3:20, Tuhan Yesus berdiri di muka pintu hati kita dan mengetuk agar kita membukakan pintu hati kita dan menerima Dia sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi kita. Keengganan yang diutarakan gadis Sulam pada ayat 3 sebelum membukakan pintu dianggap mewakili berbagai alasan orang untuk menolak menyerahkan hidup mereka kepada Tuhan Yesus. Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda sudah mengijinkan Tuhan Yesus masuk dan menguasai tahta kehidupan Anda?
Lihat, Aku (Tuhan Yesus) berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku. (Wahyu 3:20)
Tetapi Yesus berkata kepadanya: “Ada seorang mengadakan perjamuan besar dan ia mengundang banyak orang. Menjelang perjamuan itu dimulai, ia menyuruh hambanya mengatakan kepada para undangan: Marilah, sebab segala sesuatu sudah siap. Tetapi mereka bersama-sama meminta maaf. Yang pertama berkata kepadanya: Aku telah membeli ladang dan aku harus pergi melihatnya; aku minta dimaafkan. Yang lain berkata: Aku telah membeli lima pasang lembu kebiri dan aku harus pergi mencobanya; aku minta dimaafkan. Yang lain lagi berkata: Aku baru kawin dan karena itu aku tidak dapat datang. Maka kembalilah hamba itu dan menyampaikan semuanya itu kepada tuannya. Lalu murkalah tuan rumah itu dan berkata kepada hambanya: Pergilah dengan segera ke segala jalan dan lorong kota dan bawalah ke mari orang-orang miskin dan orang-orang cacat dan orang-orang buta dan orang-orang lumpuh. (Lukas 14:16-21)