Kidung AgungKijang di Atas Gunung-Gunung
Shalom, Kekasih Kristus.
Kidung Agung 2:8-15 (TB)
8 Dengarlah! Kekasihku! Lihatlah, ia datang, melompat-lompat di atas gunung-gunung, meloncat-loncat di atas bukit-bukit.
9 Kekasihku serupa kijang, atau anak rusa. Lihatlah, ia berdiri di balik dinding kita, sambil menengok-nengok melalui tingkap-tingkap dan melihat dari kisi-kisi.
10 Kekasihku mulai berbicara kepadaku: “Bangunlah manisku, jelitaku, marilah!
11 Karena lihatlah, musim dingin telah lewat, hujan telah berhenti dan sudah lalu.
12 Di ladang telah nampak bunga-bunga, tibalah musim memangkas; bunyi tekukur terdengar di tanah kita.
13 Pohon ara mulai berbuah, dan bunga pohon anggur semerbak baunya. Bangunlah, manisku, jelitaku, marilah!
14 Merpatiku di celah-celah batu, di persembunyian lereng-lereng gunung, perlihatkanlah wajahmu, perdengarkanlah suaramu! Sebab merdu suaramu dan elok wajahmu!“
15 Tangkaplah bagi kami rubah-rubah itu, rubah-rubah yang kecil, yang merusak kebun-kebun anggur, kebun-kebun anggur kami yang sedang berbunga!
Dalam penderitaannya, gadis Sulam melihat tanda-tanda kehadiran sang gembala kekasih hati yang telah lama dirindukan/ dinantikannya; gadis Sulam tahu bahwa gembala kekasih hatinya selalu memperhatikan dan mempedulikan dia bagaikan kijang/ rusa yang lincah menari menunjukkan keberadaannya kepada orang-orang yang mencarinya (ayat 8-9). Saat sang gembala menyerukan agar merpati, melambangkan kekasihnya (umat Allah) yang tertindas, dapat keluar dari persembunyiannya, gadis Sulam memohon agar gembala kekasihnya segera menangkap rubah-rubah perusak kebun anggur, melambangkan para perusak kehidupan umat Allah/ gereja. Ini mengingatkan Anda & saya orang percaya untuk senantiasa berjaga-jaga menantikan kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kalinya guna menjemput kita umat kesayangannya ke Sorga!
“Segera sesudah siksaan pada masa itu, matahari akan menjadi gelap dan bulan tidak bercahaya dan bintang-bintang akan berjatuhan dari langit dan kuasa-kuasa langit akan goncang. Pada waktu itu akan tampak tanda Anak Manusia di langit dan semua bangsa di bumi akan meratap dan mereka akan melihat Anak Manusia itu datang di atas awan-awan di langit dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya. Dan Ia akan menyuruh keluar malaikat-malaikat-Nya dengan meniup sangkakala yang dahsyat bunyinya dan mereka akan mengumpulkan orang-orang pilihan-Nya dari keempat penjuru bumi, dari ujung langit yang satu ke ujung langit yang lain. Tariklah pelajaran dari perumpamaan tentang pohon ara: Apabila ranting-rantingnya melembut dan mulai bertunas, kamu tahu, bahwa musim panas sudah dekat. Demikian juga, jika kamu melihat semuanya ini, ketahuilah, bahwa waktunya sudah dekat, sudah di ambang pintu. (Matius 24:29-33)