MazmurBerhala Bisu, TUHAN yang Hidup
Shalom, Kekasih Kristus.
Mazmur 135:15-21 (TB)
15 Berhala bangsa-bangsa adalah perak dan emas, buatan tangan manusia,
16 mempunyai mulut, tetapi tidak dapat berkata-kata, mempunyai mata, tetapi tidak dapat melihat,
17 mempunyai telinga, tetapi tidak dapat mendengar, juga nafas tidak ada dalam mulut mereka.
18 Seperti itulah jadinya orang-orang yang membuatnya, semua orang yang percaya kepadanya.
19 Hai kaum Israel, pujilah TUHAN! Hai kaum Harun, pujilah TUHAN!
20 Hai kaum Lewi, pujilah TUHAN! Hai orang-orang yang takut akan TUHAN, pujilah TUHAN!
21 Terpujilah TUHAN dari Sion, Dia yang diam di Yerusalem! Haleluya!
Dalam lanjutan syair yang memiliki kemiripan dengan Mazmur 115:4-11 ini, pemazmur mengingatkan umat Allah bahwa para ilah/ berhala bangsa lain adalah benda mati dan seperti itu pula nasib bangsa-bangsa yang menyembah mereka (ayat 14-18); dan karenanya, pemazmur mengajak kaum Israel, termasuk kaum Lewi, untuk memuji TUHAN (ayat 19-21).
Sebab ketika aku berjalan-jalan di kotamu dan melihat-lihat barang-barang pujaanmu, aku menjumpai juga sebuah mezbah dengan tulisan: Kepada Allah yang tidak dikenal. Apa yang kamu sembah tanpa mengenalnya, itulah yang kuberitakan kepada kamu. Allah yang telah menjadikan bumi dan segala isinya, Ia, yang adalah Tuhan atas langit dan bumi, tidak diam dalam kuil-kuil buatan tangan manusia, dan juga tidak dilayani oleh tangan manusia, seolah-olah Ia kekurangan apa-apa, karena Dialah yang memberikan hidup dan nafas dan segala sesuatu kepada semua orang. Sebab di dalam Dia kita hidup, kita bergerak, kita ada, seperti yang telah juga dikatakan oleh pujangga-pujanggamu: Sebab kita ini dari keturunan Allah juga. Karena kita berasal dari keturunan Allah, kita tidak boleh berpikir, bahwa keadaan ilahi sama seperti emas atau perak atau batu, ciptaan kesenian dan keahlian manusia. (Kisah Para Rasul 17:23-25, 28-29)