MarkusTabir Bait Suci Terbelah Dua
Shalom, Kekasih Kristus.
Markus 15:33-38
33 Pada jam dua belas, kegelapan meliputi seluruh daerah itu dan berlangsung sampai jam tiga.
34 Dan pada jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: “Eloi, Eloi, lama sabakhtani?”, yang berarti: Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?
35 Mendengar itu, beberapa orang yang berdiri di situ berkata: “Lihat, Ia memanggil Elia.”
36 Maka datanglah seorang dengan bunga karang, mencelupkannya ke dalam anggur asam lalu mencucukkannya pada sebatang buluh dan memberi Yesus minum serta berkata: “Baiklah kita tunggu dan melihat apakah Elia datang untuk menurunkan Dia.”
37 Lalu berserulah Yesus dengan suara nyaring dan menyerahkan nyawa-Nya.
38 Ketika itu tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah.
Fakta sejarah mengenai penyaliban Yesus didukung beberapa dokumen sejarah kuno non-Kristen, baik secara implisit maupun eksplisit, antara lain tulisan Tactius (56-107 M) yang dalam tulisannya mengenai peristiwa-peristiwa bersejarah dalam kurun waktu 14-68 M menyebutkan penyaliban Yesus ketika menulis tentang peristiwa kebakaran di kota Roma yang diinisiasi oleh raja Nero. Mar bar Serapion, filsuf Stoiksisme, dalam surat yang ditulisnya kepada anaknya (Serapion) di sekitar tahun 73 M menyebutkan perlakuan tidak adil yang dialami oleh Sokrates, Phitagoras dan “the wise king” (yang dibunuh oleh orang-orang Yahudi), yang tentu saja mengacu kepada Yesus Kristus). Pula, Flavius Yosefus, pakar sejarah Yahudi (bukan orang percaya), menulis dalam buku ke-18 dari 20 buku yang berjudul Antiquitates Judaicae (tahun 93 M) menyebutkan bahwa Yesus disalibkan dan mati oleh Pontius Pilatus atas desakan para pemuka Yahudi. Kemudian, Lucianus dari Samosata dalam tulisannya yang berjudul The Death of Peregrinus yang ditulis pada tahun 165 M, menyebutkan tentang seorang tokoh terkenal bernama Peregrinus yang bertobat menjadi pengikut Yesus Kristus, seorang Sophis yang disalibkan. Dan dalam Talmud Babilonia yang dikumpulkan dalam kurun waktu 70-500 M, ada rujukan mengenai “digantung”nya/ penyaliban Yesus di malam Paskah, yang terdapat dalam Lukas 23:39 dan Galatia 3:13. Kalimat keempat dari 7 (tujuh) kalimat yang diucapkan Yesus di kayu salib berdasarkan harmonisasi keempat Injil “Eloi, Eloi, lama sabakhtani?”, yang berarti: Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku, bukanlah merupakan keluhan Yesus mempertanyakan kasih Allah Bapa, melainkan perkataan yang ditujukan kepada orang-orang Yahudi untuk mengingatkan mereka bahwa kejahatan yang mereka lakukan terhadapNya justru telah menggenapi SEPENUHNYA nubuat “Rusa di kala fajar” yang dituliskan Daud dalam Mazmur 22, mengenai Mesias yang harus menderita seperti orang yang berdosa dan terpisah dari Allah padahal Ia yang tidak berdosa sedang menanggung hukuman atas segala dosa umatNya agar umatNya itu diperdamaikan kembali dengan Allah, Amin. Dan terbelahnya tabir Bait Suci dari atas sampai ke bawah (ayat 38) menunjukkan bahwa TUHAN berkenan akan persembahan/ pengorbanan pendamaian itu. Haleluya!!! Dan untuk Anda & saya, jangan pernah meragukan kasih Allah & janji-janji penyertaanNya dalam FirmanNya sekalipun kita sedang berada dalam lembah kekelaman karena FirmanNya tidak akan pernah kembali dengan sia-sia, Amin.
Adapun Allah, jalan-Nya sempurna; janji TUHAN adalah murni; Dia menjadi perisai bagi semua orang yang berlindung pada-Nya. Sebab siapakah Allah selain dari TUHAN, dan siapakah gunung batu kecuali Allah kita? Allah, Dialah yang mengikat pinggangku dengan keperkasaan dan membuat jalanku rata;) yang membuat kakiku seperti kaki rusa dan membuat aku berdiri di bukit; (Mazmur 18:31-34)