MarkusPermulaan Injil yang Dinubuatkan
Shalom, Kekasih Kristus.
Markus 1:1-4 (TB)
1 Inilah permulaan Injil tentang Yesus Kristus, Anak Allah.
Para pembelajar Alkitab dewasa ini umumnya percaya bahwa Kitab Markus inilah yang merupakan Injil yang pertama kali ditulis oleh Markus atau yang disebut juga Yohanes, anak Maria & keponakan Barnabas (baca Kisah Para Rasul 12:12, 1 Petrus 5:13, Kolose 4:10), dan yang dianggap Petrus sebagai anaknya (baca 1 Petrus 5:13). Menurut tulisan Papias, murid rasul Yohanes yang menjadi uskup jemaat Hierapolis dan merupakan rekan sejawat Polikarpus (51-155 M), yang diperkirakan ditulis sekitar tahun 95-120 M, Markus dalam kapasitasnya sebagai penerjemah Petrus menuliskan secara akurat banyak hal yang diingatnya mengenai hal-hal yang dikatakan maupun dilakukan oleh Tuhan Yesus meskipun tidak dalam berurutan (diperkirakan sekitar tahun 64-70 M di kota Roma) tidak lama setelah Petrus mati syahid di tahun 64 M. Dalam buku-nya “On the Seventy Apostles”, Hyppolytus (170-235 M) menyebutkan nama Markus dan Lukas (penulis Injil sinopsis lainnya) diantara 70 orang murid yang pernah diutus Yesus untuk melayani (Lukas 10:1-12, 17-20) dan kemudian sempat mengundurkan diri setelah mendengarkan perkataan Yesus yang keras (bahwa Ia harus mati sebagai Anak Manusia) dalam Yohanes 6:54). Markus juga pernah turut serta dalam perjalanan pelayanan Paulus & Barnabas (Kisah Para Rasul 13:5). Bila kitab ini benar merupakan Injil pertama yang ditulis, maka kita Injil inilah yang dijadikan sebagai salah-satu referensi oleh Rasul Matius dan dokter Lukas dalam menuliskan kedua kitab Injil sinopsis lainnya ditambah kesaksian-kesaksian lain mengenai Yesus Kristus sesuai latar belakang pengetahuan & budaya mereka masing-masing. Ayat 1 ini menunjukkan tujuan penulisannya, yaitu memberitakan Kabar Baik mengenai kedatangan Firman Allah yang menjadi manusia (Anak Allah), Raja segala raja, dan Juruselamat/ Kristus/ Mesias yang diurapi Allah, sebagaimana sudah dinubuatkan ratusan bahkan ribuan tahun sebelumnya dalam kitab-kitab Perjanjian Lama, seperti Yesaya 40:9; 52:7; 61:1, 62:11. Dua hal penting yang terkait dengan tujuan itu terdapat pada akhir dari kedua bagian kitab ini, yaitu pengakuan Petrus bahwa Yesus adalah Mesias (Markus 8:29), dan pengakuan kepala pasukan yang berjaga di bawah salib Yesus bahwa Dia adalah sungguh Anak Allah (Markus 15:39)! Siapkah saudara menelusuri kitab ini untuk menemukan keajaiban kasih Allah dan keselamatan yang Allah tawarkan bagi seluruh umat manusia di sepanjang masa, termasuk bagi Anda & saya? Jadikan Kabar Baik ini juga menjadi nyata dalam hidup Anda, sebagaimana Ia telah menjadi nyata dalam hidup saya dan jutaan manusia lainnya, Amin.
Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. (Yohanes 3:16)
Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. (Yohanes 10:10b)