Matius

Matius 8:1-4

Matius 8:1-4

Shalom, Kekasih Kristus.

Matius 8:1-4 (TB)

1 Setelah Yesus turun dari bukit, orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia.

2 Maka datanglah seorang yang sakit kusta kepada-Nya, lalu sujud menyembah Dia dan berkata: “Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku.”

3 Lalu Yesus mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu dan berkata: “Aku mau, jadilah engkau tahir.” Seketika itu juga tahirlah orang itu dari pada kustanya.

4 Lalu Yesus berkata kepadanya: “Ingatlah, jangan engkau memberitahukan hal ini kepada siapa pun, tetapi pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam dan persembahkanlah persembahan yang diperintahkan Musa, sebagai bukti bagi mereka.”

Matius tidak menyusun Injil ini berurutan dalam waktu. Bila membaca Markus 1:40 dan Lukas 5:12, kita tahu bahwa mujizat dalam peringkop ini terjadi sebelum kotbah di bukit. Namun Matius, mantan pemungut cukai yang sangat teliti ini, menuliskan rangkaian mujizat yang dilakukan Yesus setelah berbagai pengajaranNya seakan ingin terlebih dahulu mengoreksi berbagai pemahaman yang salah terhadap Taurat dan membuat para pembacanya takjub akan pengajaran Yesus sehingga bisa mengikuti maksud dari berbagai mujizatNya. Penyakit kusta pada waktu itu adalah simbol bahwa penderitanya adalah pendosa (baca Imamat pasal 13-14) yang harus dijauhkan (dinajiskan) dari masyarakat luas, dan kesembuhannya ditentukan oleh hasil pemeriksaan seorang imam (baca Imamat 14:2). Dengan demikian, pemilihan mujizat kesembuhan atas penyakit kusta untuk ditempatkan di bagian awal ini bagaikan sebuah gong yang menghentakkan perhatian kita bahwa Yesus membuktikan diri sanggup mengampuni dosa manusia (bandingkan dengan 2 Raja-raja 5:7). Disini, Matius seakan menegaskan bahwa mujizat terbesar yang dapat dialami orang percaya adalah pengampunan dosanya, Amin. Pula sebesar apapun dosa Anda & saya, Tuhan Yesus sanggup mengampuni kita, Amin.

Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus. Roh, yang memberi hidup telah memerdekakan kamu dalam Kristus dari hukum dosa dan hukum maut. Sebab apa yang tidak mungkin dilakukan hukum Taurat karena tak berdaya oleh daging, telah dilakukan oleh Allah. Dengan jalan mengutus Anak-Nya sendiri dalam daging, yang serupa dengan daging yang dikuasai dosa karena dosa, Ia telah menjatuhkan hukuman atas dosa di dalam daging, supaya tuntutan hukum Taurat digenapi di dalam kita, yang tidak hidup menurut daging, tetapi menurut Roh. (Roma 8:1-4)

← Kembali ke Studi Perjanjian Baru