MatiusMatius 21:18-22
Shalom, Kekasih Kristus.
Matius 21:18-22 (TB)
18 Pada pagi-pagi hari dalam perjalanan-Nya kembali ke kota, Yesus merasa lapar.
19 Dekat jalan Ia melihat pohon ara lalu pergi ke situ, tetapi Ia tidak mendapat apa-apa pada pohon itu selain daun-daun saja. Kata-Nya kepada pohon itu: “Engkau tidak akan berbuah lagi selama-lamanya!” Dan seketika itu juga keringlah pohon ara itu.
20 Melihat kejadian itu tercenganglah murid-murid-Nya, lalu berkata: “Bagaimana mungkin pohon ara itu sekonyong-konyong menjadi kering?”
21 Yesus menjawab mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu percaya dan tidak bimbang, kamu bukan saja akan dapat berbuat apa yang Kuperbuat dengan pohon ara itu, tetapi juga jikalau kamu berkata kepada gunung ini: Beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut! hal itu akan terjadi.
22 Dan apa saja yang kamu minta dalam doa dengan penuh kepercayaan, kamu akan menerimanya.“
Yesus mengutuk pohon ara yang tidak berbuah (memang bukan musimnya) namun berdaun lebat sebagai sebuah perlambang orang-orang Israel/ Yahudi yang pandai berkata-kata seolah menguasai hukun Taurat tapi hidupnya tidak berbuah sehingga harus menghadapi penghukuman – kisah ini mengingatkan kita pada nubuat dalam Yeremia 8:13-14. Dan ingatkah Anda & saya bahwa saat menyadari ketelanjangan mereka setelah melakukan dosa, Adam & Hawa mencoba menutupi tubuh mereka dengan daun pohon ara namun TUHAN justru mengorbankan seekor binatang agar kulit binatang itulah yang menutupi ketelanjangan mereka, sebagai lambang pengorbanan Yesus di kayu salin menjadi penebus dosa manusia (baca Kejadian 3:7, 21)? Disini, Tuhan Yesus menunjukkan dan mengajarkan besarnya kuasa doa apabila para muridNya, termasuk Anda & saya, percaya dan tidak bimbang kepadaNya; dan ini menuntut kekudusan hidup kita di hadapan Allah! Sebuah peringatan bagi Anda & saya orang percaya untuk mengakhiri kemunafikan dalam hidup berjemaat yang tidak menjadi berkat dan bahkan menjadi sandungan bagi orang-orang yang mengharapkan sesuatu yang baik dari hidup umat Allah!!!
Aku mau memungut hasil mereka, demikianlah firman TUHAN, tetapi tidak ada buah anggur pada pohon anggur, tidak ada buah ara pada pohon ara, dan daun-daunan sudah layu; sebab itu Aku akan menetapkan bagi mereka orang-orang yang akan melindas mereka.“ Mengapakah kita duduk-duduk saja? Berkumpullah dan marilah kita pergi ke kota-kota yang berkubu dan binasa di sana! Sebab TUHAN, Allah kita, membinasakan kita, memberi kita minum racun, sebab kita telah berdosa kepada TUHAN. (Yeremia 8:13-14)
Tetapi terhadap janji Allah ia tidak bimbang karena ketidakpercayaan, malah ia diperkuat dalam imannya dan ia memuliakan Allah, dengan penuh keyakinan, bahwa Allah berkuasa untuk melaksanakan apa yang telah Ia janjikan. Karena itu hal ini diperhitungkan kepadanya sebagai kebenaran. (Roma 4:20-22)