MatiusMatius 16:18-20
Shalom, Kekasih Kristus.
Matius 16:18-20
18 Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.
19 Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga.“
20 Lalu Yesus melarang murid-murid-Nya supaya jangan memberitahukan kepada siapapun bahwa Ia Mesias.
Dari keempat kitab Injil, hanya Matius yang memakai kata ‘εκκλησια - ekklêsia’, harfiah, (‘εκ - ek’ = keluar; dan kata ‘καλεω - kaleô’ = memanggil), yang diterjemahkan sebagai “jemaat/ gereja” (ayat 18 di atas). Dengan demikian, gereja memiliki arti kontekstual sebagai orang-orang yang dipanggil keluar untuk menjadi murid Kristus. Dalam Septuaginta (LXX), kata Ibrani קהל - QAHAL, harfiah ‘berkumpul bersama’ juga diterjemahkan ‘εκκλησια - ekklêsia’ menunjuk kepada jemaat Israel yang dikumpulkan di depan hadirat Allah pada hari-hari raya tahunan saat mereka berada di padang gurun Sinai: Kata ‘εκκλησια - ekklêsia’ ini umumnya dipakai bagi sidang umum/ pertemuan resmi dari penduduk sebuah kota; demikianlah, orang-orang percaya di luar wilayah Yudea di kemudian hari biasa berkumpul untuk ber-ibadah bersama
Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa. Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa. (Kisah Para Rasul 2:41-42)
Adapun kumpulan orang yang telah percaya itu, mereka sehati dan sejiwa, dan tidak seorangpun yang berkata, bahwa sesuatu dari kepunyaannya adalah miliknya sendiri, tetapi segala sesuatu adalah kepunyaan mereka bersama. Dan dengan kuasa yang besar rasul-rasul memberi kesaksian tentang kebangkitan Tuhan Yesus dan mereka semua hidup dalam kasih karunia yang melimpah-limpah. (Kisah Para Rasul 4:32-33)
Lalu pergilah Barnabas ke Tarsus untuk mencari Saulus; dan setelah bertemu dengan dia, ia membawanya ke Antiokhia. Mereka tinggal bersama-sama dengan jemaat itu satu tahun lamanya, sambil mengajar banyak orang. Di Antiokhialah murid-murid itu untuk pertama kalinya disebut Kristen. (Kisah Para Rasul 11:25-26)