Matius

Matius 1:1-11

Matius 1:1-11

Shalom, Kekasih Kristus.

Matius 1:1-11 (TB)

1 Inilah silsilah Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham.

2 Abraham memperanakkan Ishak, Ishak memperanakkan Yakub, Yakub memperanakkan Yehuda dan saudara-saudaranya,

3 Yehuda memperanakkan Peres dan Zerah dari Tamar, Peres memperanakkan Hezron, Hezron memperanakkan Ram,

4 Ram memperanakkan Aminadab, Aminadab memperanakkan Nahason, Nahason memperanakkan Salmon,

5 Salmon memperanakkan Boas dari Rahab, Boas memperanakkan Obed dari Rut, Obed memperanakkan Isai,

6 Isai memperanakkan raja Daud. Daud memperanakkan Salomo dari isteri Uria,

Meskipun dalam bukunya “Against The Heresies”, bapa gereja Irenaeus (130-202 M) menyatakan bahwa Matius adalah Injil (eu-anggelion = Kabar Baik) pertama yang ditulis, namun para pembelajar Alkitab dewasa ini umumnya percaya bahwa kitab Markus lah yang merupakan Injil yang pertama kali ditulis (sekitar tahun 64-70 M). Menurut kesaksian murid Rasul Yohanes bernama Papias, Kitab Injil ini ditulis oleh Rasul Matius (diperkirakan sekitar tahun 75-90 M) dalam susunan yang teratur dalam bahasa Ibrani; para pembelajar Alkitab memahami bahwa sebagai mantan pemungut cukai, Matius membawa alat tulisnya ketika memutuskan untuk mengikut Yesus dan menyusun kisah mengenai Yesus Kristus dengan sangat teliti. Karena ditujukan terutama untuk orang² Yahudi, maka di 3 (tiga) pasal pertama, Matius memberikan kesaksian bahwa nubuat² para nabi (janji Allah) mengenai kedatangan Mesias (Yang diurapi Allah) sepenuhnya digenapi dalam Yesus Kristus sejak kelahiranNya! Itulah sebabnya Matius terlebih dahulu memyebutkan silsilah Yesus Kristus yang dapat dibagi dalam 3 (tiga) bagian/ rangkaian yang masing-masing terdiri dari 14 nama yang tidak harus merupakan keturunan langsung seperti halnya penyebutan “Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham” pada ayat 1 yang tentu saja kita semua tahu bahwa Yesus bukanlah anak langsung Daud apalagi Abraham. Bagian/ rangkaian pertama silsilah ini menunjukkan bahwa silsilah Yesus berasal dari Abraham yang memperoleh janji Allah bahwa keturunannya akan menjadi berkat bagi segala bangsa. Di sisi lain, disebutkannya nama 4 perempuan (hanya disebutkan bila dianggap penting menurut kultur Yahudi) yang 2 diantaranya (Rahab & Rut) berasal dari bangsa kafir dan 2 lainnya (Tamar & isteri Uria alias Batsyeba) memiliki sejarah hidup yang buruk dalam silsilah ini paling tidak menunjukkan bahwa TUHAN bisa memakai siapa saja (yang menyerahkan hidupnya kepada TUHAN) untuk menggenapi maksud²Nya yang mulia, Amin.

Sahut Abraham: “Allah yang akan menyediakan anak domba untuk korban bakaran bagi-Nya, anakku.” Demikianlah keduanya berjalan bersama-sama. Untuk kedua kalinya berserulah Malaikat TUHAN dari langit kepada Abraham, kata-Nya: “Aku bersumpah demi diri-Ku sendiri — demikianlah firman TUHAN —: Karena engkau telah berbuat demikian, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku, maka Aku akan memberkati engkau berlimpah-limpah dan membuat keturunanmu sangat banyak seperti bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut, dan keturunanmu itu akan menduduki kota-kota musuhnya. Oleh keturunanmulah semua bangsa di bumi akan mendapat berkat, karena engkau mendengarkan firman-Ku.” (Kejadian 22:8, 15-18)

← Kembali ke Studi Perjanjian Baru