MarkusInilah Tubuh dan Darah-Ku
Shalom, Kekasih Kristus.
Markus 14:22-25
22 Dan ketika Yesus dan murid-murid-Nya sedang makan, Yesus mengambil roti, mengucap berkat, memecah-mecahkannya lalu memberikannya kepada mereka dan berkata: “Ambillah, inilah tubuh-Ku.”
23 Sesudah itu Ia mengambil cawan, mengucap syukur lalu memberikannya kepada mereka, dan mereka semuanya minum dari cawan itu.
24 Dan Ia berkata kepada mereka: “Inilah darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang.
25 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya Aku tidak akan minum lagi hasil pokok anggur sampai pada hari Aku meminumnya, yaitu yang baru, dalam Kerajaan Allah.“
Dalam perjamuan Paskah, orang-orang Yahudi meminum empat cawan anggur yang mengakhiri empat bagian/ sesi utama dari perjamuan yaitu doa berkat, pembacaan kisah pembebasan (Kel 14), perjamuan makan, dan puji-pujian. Melalui keempat cawan anggur ini bangsa Yahudi mengenangkan empat janji TUHAN kepada mereka yang tercatat dalam Keluaran 6:6-7 Nampaknya Yesus dan murid-muridNya sedang berada di sesi ketiga, yakni perjamuan makan; dengan demikian saat itu Yesus sesungguhnya belum menyelesaikan perjamuan Paskah itu; dan para pembelajar Alkitab mengaitkan ini dengan doa Yesus yang memohon agar Bapa mengambil cawan (keempat) itu daripadanya tetapi biar kehendak Bapa saja yang jadi, di taman Getsemani (baca Markus 14:36) dan cawan yang keempat baru diminum Yesus ketika orang menaruh anggur asam dalam sebuah bunga karang dan mengunjukkannya ke mulut Yesus dengan sebatang hisop (baca Yohanes 19:28-30) dimana setelah itu Yesus berkata “Tetelestai” (sudah selesai). Disini, Yesus memberikan makna baru mengenai perjamuan paskah, yaitu untuk mengingat pengorbananNya di kayu salib untuk keselamatan (kehidupan kekal) umat manusia: tubuhNya melambangkan roti hidup kekal (manna merupakan sebuah lambang/ tanda mengenai ini di masa lalu) dan darahNya sebagai persembahan yang tak bercacat menyucikan kita dari dosa dan menghantarkan kita memasuki perjanjian yang baru untuk menerima hidup yang kekal, Amin!
Maka kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya bukan Musa yang memberikan kamu roti dari sorga, melainkan Bapa-Ku yang memberikan kamu roti yang benar dari sorga. Karena roti yang dari Allah ialah roti yang turun dari sorga dan yang memberi hidup kepada dunia.” Nenek moyangmu telah makan manna di padang gurun dan mereka telah mati. Inilah roti yang turun dari sorga: Barangsiapa makan dari padanya, ia tidak akan mati. Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia.“ (Yohanes 6:32-33, 49-51)
Sebab, jika darah domba jantan dan darah lembu jantan dan percikan abu lembu muda menguduskan mereka yang najis, sehingga mereka disucikan secara lahiriah, betapa lebihnya darah Kristus, yang oleh Roh yang kekal telah mempersembahkan diri-Nya sendiri kepada Allah sebagai persembahan yang tak bercacat, akan menyucikan hati nurani kita dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, supaya kita dapat beribadah kepada Allah yang hidup. Karena itu Ia adalah Pengantara dari suatu perjanjian yang baru, supaya mereka yang telah terpanggil dapat menerima bagian kekal yang dijanjikan, sebab Ia telah mati untuk menebus pelanggaran-pelanggaran yang telah dilakukan selama perjanjian yang pertama. (Ibrani 9:13-15)