Markus

Markus 8:27-30

Engkaulah Mesias

Shalom, Kekasih Kristus.

Markus 8:27-30

27 Kemudian Yesus beserta murid-murid-Nya berangkat ke kampung-kampung di sekitar Kaisarea Filipi. Di tengah jalan Ia bertanya kepada murid-murid-Nya, kata-Nya: “Kata orang, siapakah Aku ini?”

28 Jawab mereka: “Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia, ada pula yang mengatakan: seorang dari para nabi.”

29 Ia bertanya kepada mereka: “Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?” Maka jawab Petrus: “Engkau adalah Mesias!”

30 Lalu Yesus melarang mereka dengan keras supaya jangan memberitahukan kepada siapapun tentang Dia.

Haleluya! Petrus menjawab dengan tepat siapa Yesus, yaitu Mesias, meskipun sebenarnya definisi Mesias menurut Petrus saat itu masih mengikuti pemahaman orang-orang Yahudi, yaitu bahwa Ia adalah seorang raja yang akan membangkitkan kembali kejayaan kerajaan Israel seperti di masa pemerintahan Daud (baca Yehezkiel 37:15-28, Matius 22:41-42) dan membebaskan umatNya dari penderitaan/ kesengsaraan. Sebenarnya, Allah sendiri telah memberikan pengertian yang benar mengenai tujuan kedatangan Mesias melalui nubuat nabi Yesaya yang rupanya tidak dipahami mereka dengan benar (baca Yesaya 53:1-12). Anda & saya pun perlu semakin rajin mempelajari Firman TUHAN agar semakin mengenal Dia, karakterNya dan kehendakNya bagi dan melalui hidup Anda (memahami panggilan kita), Amin.

Siapakah yang percaya kepada berita yang kami dengar, dan kepada siapakah tangan kekuasaan TUHAN dinyatakan? Ia dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan; ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap dia dan bagi kitapun dia tidak masuk hitungan. Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah. Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh. Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulutnya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian; seperti induk domba yang kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya, ia tidak membuka mulutnya. (Yesaya 53:1, 3-5, 7)

← Kembali ke Studi Perjanjian Baru