Markus

Markus 1:14-20

Dipanggil Menjadi Penjala Manusia

Shalom, Kekasih Kristus.

Markus 1:14-20

14 Sesudah Yohanes ditangkap datanglah Yesus ke Galilea memberitakan Injil Allah,

15 kata-Nya: “Waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!”

16 Ketika Yesus sedang berjalan menyusur danau Galilea, Ia melihat Simon dan Andreas, saudara Simon. Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka penjala ikan.

17 Yesus berkata kepada mereka: “Mari, ikutlah Aku dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.”

18 Lalu merekapun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia.

19 Dan setelah Yesus meneruskan perjalanan-Nya sedikit lagi, dilihat-Nya Yakobus, anak Zebedeus, dan Yohanes, saudaranya, sedang membereskan jala di dalam perahu.

20 Yesus segera memanggil mereka dan mereka meninggalkan ayahnya, Zebedeus, di dalam perahu bersama orang-orang upahannya lalu mengikuti Dia.

Setelah Yohanes ditangkap, Yesus pergi memberitakan Injil di Galilea dan mulai memanggil para muridNya. Perhatikan bahwa Yesus sedang berjalan, atau dengan kata lain tidak duduk dan memakan waktu lama untuk menjelaskan (ataupun tawar-menawar) pada saat Ia memanggil keempat murid pertamaNya. Perlu diketahui bahwa sebagai orang Yahudi, murid2 Yesus minimal telah mengikuti beberapa tingkat pendidikan (Khinukh) yang mulai diadakan sejak sekitar tahun 75 SM (sebelum Yesus lahir), dimulai dari usia 6 tahun di semacam sekolah dasar yang disebut beth-ha-sefer/ rumah sang kitab dimana mereka belajar Miqra, dan berlanjut ke semacam sekolah menengah yang disebut beth-ha-midrasy/ rumah pengajaran dimana mereka belajar Mish’nah/ Hukum-hukum lisan Yahudi di usia 10 tahun; 613 buah Mitsvot (248 mitsvot aseh/ perintah + 365 mitsvot lo taáseh) di usia 12-13 tahun; dan Talmud/ catatan tentang diskusi para rabi yang berkaitan dengan hukum Yahudi, etika, kebiasaan dan sejarah di usia 15 tahun. Dengan demikian, mereka sudah memiliki tingkat pemahaman tertentu (termasuk hafal ayat2 tertentu) mengenai Hukum Taurat, Kitab-kitab para Nabi. Ada kemungkinanYesus sendiri sudah memyelesaikan tingkat Midrash (kelas lanjutan yang hanya diikuti murid2 pilihan para Rabi untuk dididik menjadi ahli Taurat) sehingga Ia dipanggil Rabi. Kedua hal nilah yang diduga sebagai “salah-satu” penyebab mengapa keempat muridNya tidak menghabiskan waktu lama untuk memutuskan meninggalkan apa yang mereka miliki dan apa yang sedang kerjakan saat Rabbi Yesus mengatakan “Ikutlah Aku.” Dan lihatlah.. semua panggilan ini murni sepenuhnya merupakan inisiatif Yesus! Demikianlah bahwa mengikut Yesus merupakan sebuah langkah iman (percaya saja: berjalan di belakang Yesus, bukan mengambil inisiatif sendiri), bukan perhitungan untung-rugi!!! Dan berbahagialah Anda & saya yang dipanggil Allah untuk percaya dan mengikut Yesus karena tidak semua orang menerima karunia keselamatan itu (yang tidak bisa dibeli oleh apapun selain pemberian Allah yang cuma oleh darah Kristus Yesus)!

Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku. Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya. Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya? (Matius 16:24-26)

Sebab itu, kita yang dibenarkan karena iman, kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah oleh karena Tuhan kita, Yesus Kristus. Oleh Dia kita juga beroleh jalan masuk oleh iman kepada kasih karunia ini. Di dalam kasih karunia ini kita berdiri dan kita bermegah dalam pengharapan akan menerima kemuliaan Allah. (Roma 5:1-2)

← Kembali ke Studi Perjanjian Baru