Kesalehan

6 Juni 2026 · Titus 2:1-10

Menghiasi Ajaran Allah

Shalom, Kekasih Kristus.

Titus 2:1-10

1 Tetapi engkau, beritakanlah apa yang sesuai dengan ajaran yang sehat:

2 Laki-laki yang tua hendaklah hidup sederhana, terhormat, bijaksana, sehat dalam iman, dalam kasih dan dalam ketekunan.

3 Demikian juga perempuan-perempuan yang tua, hendaklah mereka hidup sebagai orang-orang beribadah, jangan memfitnah, jangan menjadi hamba anggur, tetapi cakap mengajarkan hal-hal yang baik

4 dan dengan demikian mendidik perempuan-perempuan muda mengasihi suami dan anak-anaknya,

5 hidup bijaksana dan suci, rajin mengatur rumah tangganya, baik hati dan taat kepada suaminya, agar Firman Allah jangan dihujat orang.

6 Demikian juga orang-orang muda; nasihatilah mereka supaya mereka menguasai diri dalam segala hal

7 dan jadikanlah dirimu sendiri suatu teladan dalam berbuat baik. Hendaklah engkau jujur dan bersungguh-sungguh dalam pengajaranmu,

8 sehat dan tidak bercela dalam pemberitaanmu sehingga lawan menjadi malu, karena tidak ada hal-hal buruk yang dapat mereka sebarkan tentang kita.

9 Hamba-hamba hendaklah taat kepada tuannya dalam segala hal dan berkenan kepada mereka, jangan membantah,

10 jangan curang, tetapi hendaklah selalu tulus dan setia, supaya dengan demikian mereka dalam segala hal memuliakan ajaran Allah, Juruselamat kita.

Yang tampak berbeda dari isi surat-surat-nya yang lain, Paulus bukan memberikan ajaran doktrinal ketika menyebutkan “ajaran yang sehat”, melainkan justru memberikan pengajaran etika/ praktis yang sehat??? Apakah ini disengaja Paulus agar Titus & para penatua yang akan ditetapkan fokus pada pengajaran praktis alkitabiah untuk menumbuhkan ketertiban dan pengaturan serta aplikasi dari Firman Allah dalam kehidupan sehari-hari, daripada perdebatan mengenai doktrin??? Disini, Paulus memberikan nasihat-nasihat terpisah bagi laki-laki tua untuk hidup sederhana, perempuan tua untuk rajin beribadah dan menjauhi fitnah & kemabukan agar dapat mengajar para perempuan muda untuk mengasihi suami & anak-anaknya dan mengatur rumah-tangganya, dan laki-laki muda agar hidup jujur dan tidak bercela – yang semuanya itu masih sangat relevan hingga saat ini. Dan secara khusus sesuai konteks perbudakan secara sosial vs. kemerdekaan rohan di masa itu, Paulus meminta Titus untuk mengingatkan para budak yang telah menjadi orang percaya agar meskipun di mata Kristus kedudukan mereka sama dengan para tuan mereka, namun mereka harus tetap tunduk menghormati para majikan mereka (yang membiayai hidup mereka) dan tetap tulus melayani mereka agar orang-orang yang belum percaya kagum ketika melihat perbuatan mereka dan juga diselamatkan!!!

Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu. (1 Timotius 4:12)

Hai hamba-hamba, taatilah tuanmu yang di dunia ini dalam segala hal, jangan hanya di hadapan mereka saja untuk menyenangkan mereka, melainkan dengan tulus hati karena takut akan Tuhan. Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. Kamu tahu, bahwa dari Tuhanlah kamu akan menerima bagian yang ditentukan bagimu sebagai upah. Kristus adalah tuan dan kamu hamba-Nya. (Kolose 3:22-24)

← Kembali ke Renungan Harian